ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI
ABSTRAK
“ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI
YANG DI RAWAT DI RUMAH SAKIT”
Pendahuluan : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal yang dapat mengakibatkan kakesakitan
(morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Hipertensi menjadi salah satu
penyakit tidak menular yang paling banyak di derita masyarakat Indonesia (57,6%),
Semakin meningkatnya prevalensi Hipertensi dari tahun ketahun di karenakan
jumlah penduduk yang bertambah.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dalam bentuk
literature review untuk menganalisis masalah asuhan keperawatan yang dilakukan
pada dua klien dengan penyakit hipertensi. Lokasi penelitian klien 1 dilakukan di
RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan pada klien 2 dilakukan di RSUD
Bangil Pasuruan.
Hasil dan pembahasan : Hasil review kedua klien yang telah dilakukan ditemukan
adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien. Tn.W saat pengkajian tekanan
darahnya, yaitu 170/90 mmHg dan saat evaluasi tekanan darah turun menjadi
140/80 mmHg. Pada Ny.S tekanan darah pada pengkajian yaitu 200/140 mmHg dan
pada saat evaluasi akhir tekanan darah menjadi 180/100 mmHg. Pada penegakan
diagnose klien 1 memiliki 3 masalah teratasi dihari ketiga dank lien 2 memiliki 2
masalah teratasi dihari ke 3 dan 1 diagnosa tidak terdapat data evaluasi.
Terdapatnya ketidakseimbangan data pada asuhan keperawatan tersebut.
Kesimpulan dan saran : Dari data klien terdapat kesenjangan dan ketidaksesuaian
data pada tanggal pengkajian yang sama. Sehingga untuk kedepannya diharapkan
dapat melakukan pengkajian dengan tepat dan akurat agar asuhan keperawatan
dapat tercapai sesuai dengan masalah yang ditemukan pada klien
Kata Kunci : Hipertensi, Asuhan keperawatan pada Pasien Hipertensi
PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling
utama, karena setiap manusia berhak untuk memiliki kesehatan.
Kenyataanya tidak semua orang dapat memiliki derajat kesehatan yang
optimal karena berbagai masalah, diantaranya lingkungan yang buruk,
social ekonomi yang rendah, gaya hidup yang tidak sehat mulai dari
makanan, kebiasaan, maupun lingkungan sekitarnya (Misbach,2013)
Gaya hidup sehat merupakan kebutuhan fisiologis yang hirarki,
kebutuhan manusia paling dasar untuk dapat mempertahankan hidup
termasuk juga menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat serta terbebas dari
segala macam penyakit. Penyakit yang sering muncul akibat gaya hidup
yang tidak sehat salah satunya yaitu hipertensi (Sufa, Christantyawati, &
Jusnita, 2017).
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal yang dapat mengakibatkan angka
kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Hipertensi berarti
tekanan darah di dalam pembuluh-pembuluh darah sangat tinggi yang
merupakan pengangkut darah dari jantung yang memompa darah keseluruh
jaringan dan organ-organ tubuh (Aryantiningsih & Silaen, 2018). Setiap peningkatan 20 mmHg tekanandarahsistolikatau 10 mmHg
tekanan darah diastolik dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit
jantung iskemik dan stroke. Terkontrolnya tekanan darah dapat menurunkan
risiko kematian, penyakit kardiovaskular, dan stroke (Sudarsono et all).
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), prevalensi
tekanan darah tinggi tahun 2014 pada orang dewasa berusia 18 tahun keatas
sekitar 22%. Penyakit ini juga menyebabkan 40% kematian akibat penyakit
jantung dan 51% kematian akibat stroke. Selain secara global, hipertensi
juga menjadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak di derita
masyarakat Indonesia (57,6%), di dalam (Jumriani et all, 2019).
Secara nasional hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa
prevalensi penduduk dengan tekanan darah tinggi sebesar 34,11%.
Prevalensi tekanan darah tinggi pada perempuan (36,85%) lebih tinggi
dibanding dengan laki-laki (31,34%). Prevalensi di perkotaan sedikit lebih
tinggi (34,43%) dibandingkan dengan perdesaan (33,72%). Prevalensi
semakin meningkat seiring dengan pertambahan umur (Kemenkes RI,
2019).
Semakin meningkatnya prevalensi Hipertensi dari tahun ketahun di
karenakan jumlah penduduk yang bertambah, aktivitas fisik yang kurang
dan pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat tersebut antara
lain adalah diet yang tidak sehat misalnya tinggi gula, lemak dan garam, dan
kurang mengonsumsi makanan berserat. Selain itu adalah penggunaan tembakau dan alkohol (Sri & Herlina, 2016).Pola hidup yang tidak sehat pada penderita hipertensi pada pasien
dengan hipertensi perencanaan dan tindakan asuhan keperawatan yangdapat di lakukan diantaranya yaitu memantau tanda-tanda vital pasien,
pembatasan aktivitas tubuh, istirahat cukup, dan pola hidup yang sehat
seperti diet rendah garam, gula dan lemak, dan berhenti mengkonsumsi
rokok, alkohol serta mengurangi stress (Aspiani, 2016).
Peran Perawat sebagai (educator) atau pendidik, peran ini
meningkatkan kesehatan melalui pemberian pengetahuan terkait dengan
keperawatan dan tindakan medis, serta dapat menurunkan risiko kematian,
penyakit kardiovaskular dan stroke (Gobel et al, 2016)
Berdasarkan hasil pendahuluan yang di lakukan peneliti pada
tanggal 22 Januari 2020 di ruang Flamboyan B RSUD dr. Kanudjoso
Djatiwibowo Balikpapan, dari data pasien pada Tahun 2018 untuk penderita
hipertensi sebanyak 310 jiwa, sedangkan pada Tahun 2019 untuk penderita
hipertensi ditemukan sebanyak 305 jiwa , dan menjadi urutan terbanyak ke-
4 pada tahun 2019 setelah penyakit Hypo-osmolality and Hyponatraemia,
Anaemia (unspecified), dan Hypertensive renal disease with renal failure.
Berdasarkan uraian fenomena diatas, membuat penulis tertarik untuk
mengangkat judul “Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Hipertensi”
PEMBAHASAN
Konsep Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi
Pengkajian keperawatan
a. Identitas klien
1) Identitas klienMeliputi :
Nama, umur, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat,
pekerjaan, suku/bangsa, agama, status perkawinan, tanggal
masuk rumah sakit (MRS), nomor register, dan diagnosa medik.
2) Identitas Penanggung Jawab
Meliputi : Nama, umur, jenis kelamin, alamat, pekerjaan, serta
status hubungan dengan pasien
b. Keluhan utama
Keluhan yang dapat muncul antara lain: nyeri kepala, gelisah, palpitasi,
pusing, leher kaku, penglihatan kabur, nyeri dada, mudah lelah, dan
impotensi.
c. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pengkajian yang mendukung keluhan utama dengan
memberikan pertanyaan tentang kronologi keluhan utama. Keluhan
lain yang menyerta biasanya : sakit kepala , pusing, penglihatan
buram, mual ,detak jantung tak teratur, nyeri dada.
d. Riwayat kesehatan Dahulu
Kaji adanya riwayat penyakit hipertensi , penyakit jantung,
penyakit ginjal, stroke. Penting untuk mengkaji mengenai riwayat
pemakaian obat-obatan masa lalu dan adanya riwayat alergi terhadap
jenis obat.
e. Riwayat Kesehatan Keluarga
Kaji didalam keluarga adanya riwayat penyakit hipertensi ,
penyakit metabolik, penyakit menular seperi TBC, HIV, infeksi
saluran kemih, dan penyakit menurun seperti diabetes militus, asma,
dan lain-lain
f. Aktivitas / istirahat
1) Gejala : kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.
2) Tanda : frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea
g. Sirkulasi
1) Gejala :
a) Riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit
jantung koroner/ katup dan penyakit
serebrovaskuler
b) Episode palpitasi
2) Tanda :
a) Peningkatan tekanan darah
b) Nadi denyutan jelas dari karotis,ugularis,radialis,
takikardia
c) Murmur stenosis vulvular
d) Distensi vena jugularis
e) Kulit pucat,sianosis ,suhu dingin (vasokontriksi
perifer)
f) Pengisian kapiler mungkin lambat / tertunda
h. Integritas ego
1) Gejala : riwayat perubahan kepribadian, ansietas, factor stress
multiple (hubungan, keuangan, yang berkaitan dengan
pekerjaan).
2) Tanda : letupan suasana hati, gelisah, penyempitan perhatian,
tangisan meledak, otot uka tegang, menghela nafas, peningkatan pola bicara
i. Eliminasi
Gejala : gangguan ginjal saat ini (seperti obstruksi) atau riwayat penyakit
ginjal pada masa yang lalu.
j. Makanan / cairan
1) Gejala :
a) Makanan yang disukai yang mencakup makanan
tinggi garam, lemak serta kolesterol
b) Mual, muntah dan perubahan berat badan saat ini
(meningkat/turun)
c) Riwayat penggunaan diuretic
2) Tanda :
a) Berat badan normal atau obesitas
b) Adanya edema
c) Glikosuria
d) Neurosensori
3) Gejala :
a) Keluhan pening / pusing, berdenyut, sakit kepala,
suboksipital (terjadi saat bangun dan menghilang
secara spontan setelah beberapa jam)
b) Gangguan penglihatan (diplopia, penglihatan abur,
4) Tanda
a.)Status mental, perubahan keterjagaanm orientasi,
pola/ isi bicara, efek, proses piker
b) Penurunan kekuatan genggaman tangan
k. Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala : angina ( penyakit arteri koroner / keterlibatan jantung), sakit
kepala
l. Pernapasan
1) Gejala :
a) Disnea yang berkaitan dari aktivitas/ kerja,
takipnea, ortopnea. Dispnea
b) Batuk dengan / tanpa pembentukan sputum
c) Riwayat merokok
2) Tanda :
a) Distress pernapasan / penggunaan otot aksesori
pernapasan
b) Bunyi napas tambahan (crakles/mengi)
c) Sianosis
m. Keamanan
Gejala : gangguan koordinasi/ cara berjalan, hipotensi postural.
n. Pembelajaran / penyuluhan
Gejala : 1) Factor risiko keluarga: hipertensi,aterosklerosis,
penyakit jantung, diabetes mellitus.
2) Factor lain, seperti orang afrika-amerika, asia
tenggara, penggunaan pil KB atau hormone lain,
penggunaan alcohol/obat.
o. Rencana pemulangan
Bantuan dengan pemantau diri tekanan darah/ perubahan
dalam terapi obat.
Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai
respons klien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang
dialaminya baik yang berlangsung actual maupun potensial. Diagnosis
keperawatan bertujuan untuk mengidentifikasi respons klien individu,
keluarga dan komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan
kesehatan (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017).
Berikut adalah uraian dari masalah yang timbul bagi klien
menurut (Nurarif, 2015) dengan hipertensi :
a. Penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload
b. Nyeri akut b.d peningkatan tekanan vaskuler selebral dan iskemia
c. Kelebihan volume cairan
d. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan
e. Ketidakefektifan koping
f. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak
g. Resiko cedera
h. Defisiensi pengetahuan
i. Ansietas
Intervensi keperawatan
Intervensi keperawatan adalah segala treatment yang dikerjakan oleh
perawat didasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis untuk
mencapai luaran (outcome) yang diharapkan. Sedangkan tindakan
keperawatan adalah perilaku atau aktivitas spesifik yang dikerjakan
oleh perawat untuk mengimplementasikan intervensi keperawatan. Tindakan pada intervensi keperawatan terdiri atas observasi, terapeutik,
edukasi dan kolaborasi (PPNI, 201😎
Menurut Nurarif & Kusuma (2015) dan Tim pokja SDKI PPNI (2017)
Implementasi keperawatan
Implementasi merupakan tindakan yang sudah direncanakan dalam
rencana keperawatan. Tindakan mencakup tindakan mandiri dan
tindakan kolaborasi (Wartonah, 2015).
Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang
dilakukan oleh perawat untuk membantu pasien dari masalah status
kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang baik yang
menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan. Proses pelaksanaan
implementasi harus berpusat kepada kebutuhan klien, faktor-faktor lain
yang mempengaruhi kebutuhan keperawatan, strategi implementasi
keperawatan, dan kegiatan komunikasi (Dinarti & Muryanti, 2017).
Evaluasi Keperawatan
evaluasi adalah proses keberhasilan tindakan keperawatan yang
membandingkan antara proses dengan tujuan yang telah ditetapkan,
dan menilai efektif tidaknya dari proses keperawatan yang
dilaksanakan serta hasil dari penilaian keperawatan tersebut digunakan
untuk bahan perencanaan selanjutnya apabila masalah belum teratasi.
METODE PENILITIAN
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dalam bentuk literture
review untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada pasien dengan
hipertensi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan
yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diagnosa keperawatan,
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Asuhan keperawatan
1.Pengkajian
Pada pengkajian ini difokuskan pada asuhan keperawatan.
Pengkajian pada klien 1 dilakukan pengkajian pada tanggal 6 Mei 2019
Pukul 09.30 dan pada klien 2 dilakukan pengkajian pada tanggal 04 Januari
2019. Hasil dari pengkajian sebagai berikut :
Pada klien 1 berusia 63 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan
petani, pendidikan terakhir SD dengan diagnosa medis IVH + Hipertensi dengan keluhan nyeri kepala, mual, muntah, dan lemas. Sedangkan pada
klien 2 berusia 53 tahun jenis kelamin perempuan menikah pendidikan
terakhir SD dengan diagnose hipertensi dengan keluhan nyeri kepala bagian
belakang lebih tepat pada tengkuk.
Keluhan yang dirasakan antara klien 1 dan 2 pada saat pengkajian
memiliki kesamaan yaitu nyeri kepala, sesuai dengan teori (Adrian, 2019)
bahwa pada pasien hipertensi keluhan yang dapat muncul yaitu nyeri kepala,
gelisah, palpitasi, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, nyeri dada, mudah
lelah, dan impotensi.
Hasil pemeriksaan ditemukan perbedaan pada skala nyeri antara
klien 1 dan 2, pada klien 1 skala nyeri 3 dan klien 2 skala nyeri 6 dengan
qualitas/quantitas nyeri yang sama yakni nyeri seperti tertusuk-tusuk. Pada
pemeriksaan tanda-tanda vital saat pengkajian pada klien 1 tekanan darah :
170/70 mmHg, Nadi : 65 x/menit, Suhu tubuh : 36◦C, pernapasan :
20x/menit, sedangkan pada klien 2 tekanan darah : 200/140 mmHg, nadi :
96 x/menit, suhu tubuh : 36◦C , pernapasan: 20 x/menit. Dari hasil
pengkajian klien 1 dan 2 menurut teori (Nurarif, 2015) ditemukan bahwa
klasifikasi hipertensi memiliki perbedaan yaitu kategori hipertensi pada
klien 1 yaitu grade 2 (sedang) sedangkan pada klien 2 yaitu grade 3 (berat).
Pada pemeriksaan status nutrisi pada pengkajian pada klien 1
terdapat pemeriksaan berat badan, dan tinggi badan sedangkan pada klien 2
tidak terdapat pemeriksaan tersebut. Penulis berpendapat bahwa
pemeriksaan berat badan dan tinggi badan penting guna mengetahui keadaan nutrisi klien ,dimana pada pemeriksaan klien 2 terdapat mual,
muntah dan tidak nafsu makan yang dapat mempengaruhi keadaan nutrisi
klien.
Pada data pengkajian penatalaksanaan klien 2 terdapat O2 nassal 4
Lpm (membantu pemenuhan O2 pasien), terdapat perbedaan data tentang
pemberian O2 nasal pada tanggal pengkajian yang sama yaitu 04 Januari
2019 dengan kondisi RR : 20x/menit, pola nafas : irama teratur, tidak ada
gangguan irama pernafasan, tidak ada otot bantu nafas, perkusi thorak :
resonan, tidak ada alat bantu nafas. Penulis berasumsi bahwa terdapat
kesenjangan dan kesalahan dalam memasukan data oleh peneliti sehingga
perbedaan data tersebut dapat mempengaruhi penegakan diagnose.
Dibuktikan dengan tidak adanya keluhan sesak nafas pada klien 2.
Menurut (Aspiani, 2016) salah satu penyebab dari penyakit
hipertensi yaitu berdasarkan kebiasaan hidup seperti konsumsi garam yang
tinggi (lebih dari 30g), kegemukan atau (efedrin, makan berlebih, stress,
merokok, minum alkohol, minum obat-obatan prednisone, epinefrin).
Namun dalam pengkajian tidak terdapat data kebiasaan hidup klien sebelum
masuk rumah sakit. Penulis berpendapat bahwa pengkajian pola hidup klien
penting untuk mengetahui penyebab dari hipertensi yang di alami klien.
2 Diagnosa Keperawatan
Diagnosis keperawatan merupakan penilaian klinis mengenai respon
klien terhadap masalah kesehatan (Tim Pokja SDKI SPP PPNI, 2016).
Berdasarkan data hasil pengkajian pada klien 1 ditemukan data data untuk menegakan 3 masalah keperawatan menurut standar diagnosa keperawatan
dan pada klien 2 ditemukan 3 masalah keperawatan berdasarkan Nanda NIC NOC.
3. Perencanaan
Pada tahap intervensi atau perencanaan, peneliti menyusun
intervensi dengan pendekatan SMART yang sesuai dengan diagnosa
keperwatan yang ditemukan pada klien. Perencanaan yang di buat penulis
pada klien 1 dan 2 beradasarkan empat komponen yaitu observasi,
terapeutik, tindakan edukasi, dan tindakan kolaborasi,
4.Implementasi
Pada tahap ini peneliti melakukan implementasi sesuai dengan
intervensi yang sudah direncanakan. Implementasi merupakan tindakan
yang sudah direncanakan dalam rencana keperawatan. Tindakan mencakup
tindakan mandiri dan tindakan kolaborasi (Wartonah, 2015). Proses
pelaksanaan implementasi harus berpusat kepada kebutuhan klien, faktorfaktor lain yang mempengaruhi kebutuhan keperawatan, strategi
implementasi keperawatan, dan kegiatan komunikasi (Dinarti & Muryanti,
2017).
Pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien 1 dan klien 2
dilaksanakan dalam waktu dan tempat yang berbeda. Pada klien 1 asuhan
atau pelaksanaan tindakan keperawatan dilaksanakan mulai tanggal 6 Mei
2019 sampai dengan tanggal 8 Mei 2019 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
Sedangkan untuk klien 2 pelaksanaan tindakan keperawatan dimulai tanggal
04 Januari 2019 sampai dengan tanggal 06 Januari 2019 di RSUD Bangil Pasuruan
5. Evaluasi
Evaluasi keperawatan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses
keperawatan guna tujuan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan
tercapai atau perlu pendekatan lain. Evaluasi keperawatan mengukur
keberhasilan dari rencana dan pelaksanaan tindakan keperawatan yang
dilakukan dalam memenuhi kebutuhan pasien (Dinarti &Muryanti, 2017)
Hasil evaluasi yang didapatkan pada klien 1 dengan diagnosa nyeri
akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologi teratasi di hari ketiga
pada tanggal 8 Mei 2019 karena klien 1 sudah tidak merasa nyeri di
kepalanya, klien sudah dapat duduk dan terlihat lebih segar, TD : 140/80 Mmhg
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil review karya tulis ilmiah dengan judul “Asuhan
Keperawatan Pada Pasien Hipertensi di Ruang Angsoka di RSUD Abdul
Wahab Sjahranie Samarinda” oleh Anis Khairunnisa pada tahun 2019 dan
“Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan Diagnosa Hipertensi di RSUD
Bangil Pasuruan” oleh Yusuf Wahyudi pada tahun 2019. Penulis dapat
mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengkajian
Hasil pengkajian yang didapat dari dua kasus yang sama yaitu
Pengkajian pada klien 1 dilakukan pengkajian pada tanggal 6 Mei 2019
Pukul 09.30 dan pada klien 2 dilakukan pengkajian pada tanggal 04 Januari
2019 menunjukkan adanya tanda dan gejala yang sama yang dirasakan
oleh klien 1 dan 2 yaitu nyeri kepala pada tengkuk.
2. Diagnosa keperawatan
Pada penegakkan diagnosa keperawatan ditemukan persamaan dan
perbedaan antara klien 1 dan 2 yaitu klien 1 memiliki 3 diagnosa
keperawatan diantaranya Resiko perfusi serebral tidak efektif, nyeri akut,
defisit pengetahuan, sedangkan klien 2 memiliki 3 diagnosa keperawatan
diantaranya nyeri akut, gangguan pola tidur, dan resiko jatuh. Di dalam
teori muncul 9 diagnosa keperawatan namun yang sesuai dengan teori ada 3 diagnosa keperawatan.
3. Perencanaan
Hasil yang diperoleh dari intervensi yang dilakukan oleh peneliti
baik intervensi yang dilakukan secara mandiri maupun kolaborasi seperti
Identifikasi lokasi, karakteristik nyeri, durasi, frekuensi, intensitas nyeri,
berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri, identifikasi
factor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku
hidup bersih dan sehat.
4. Pelaksanaan
Pelaksanaan (Implementasi) keperawatan dilakukan berdasarkan
perencanaan diagnosa keperawatan yang dibuat antara klien 1 dan 2 seperti
mengkaji nyeri, mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam, Mengukurtekanan darah dan suhu pasien, menghitung nadi dan pernafasan,
menganjurkan pada pasien agar meningkatkan waktu istirahat nya.
5. Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan oleh peneliti pada klien klien 1 dilakukan
selama 3 hari perawatan di rumah sakit pada tanggal 6 sampai 8 Mei 2019
sedangkan pada klien klien 2 dilakukan selama 3 hari perawatan di rumah
sakit pada tanggal 4 sampai 6 Januari 2019 oleh peneliti dan dibuat dalam
bentuk SOAP. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh peneliti pada klien 1 dan
klien 2 menunjukkan bahwa masalah yang dialami kedua klien ada yang
belum teratasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan ada yang sudah teratasi
B. Saran
1. Bagi Klien/Pasien
Diharapkan klien kooperatif dalam menjalani proses asuhan
keperawatan yang diberikan, menjalankan pola hidup yang sehat untuk
mencegah komplikasi lebih lanjut serta diharapkan penderita hipertensi
teratur melakukan kontrol tekanan darah sehingga meminimalisir
kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi.
2. Bagi keluarga
Peran keluarga sangat penting dalam meningkatkan derajat
kesehatan klien, pada penatalaksanaan hipertensi keluarga berperan dalam
memantau aktivitas selama proses diet, mengontrol makanan sesuai
anjuran dokter, menerapkan pola hidup yang sehat serta rutin
memeriksakan tekanan darah pasien ke fasilitas kesehatan.
3. Bagi Peneliti
Hasil dari karya tulis ilmiah ini diharapkan bisa menjadi gambaran
dalam upaya memberikan asuhan keperawatan pada klien hipertensi
dengan tepat, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menguasai konsep
teori tentang penyakit hipertensi tersebut. Selain itu peneliti juga harus
melakukan pengkajian dengan tepat dan akurat agar asuhan keperawatan
dapat tercapai sesuai dengan masalah yang ditemukan pada klien.
Begitupun untuk menegakkan diagnose keperawatan peneliti harus
lebih teliti lagi dalam menganalisis data mayor maupun data minor baik yang data subjektif dan data objektif agar memenuhi validasi diagnosis
yang terdapat dalam Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI).
Pada intervensi keperawatan diharapkan merumuskan kriteria hasil
sesuai dengan buku panduan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
DAFTAR PUSTAKA
Adrian, S. J. (2019). Hipertensi Esensial : Diagnosa Dan Tatalaksana Terbaru Pada
Dewasa, 46(3), 172–178.
Aryantiningsih, D. S., & Silaen, J. B. (2018). Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat
Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Jurnal Ipteks Terapan,
12(1), 64. https://doi.org/10.22216/jit.2018.v12i1.1483
Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta: EGC
Aspiani, R. yuli. (2016). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Kardiovaskular.
Bickley Lynn S & Szilagyi Peter G. (2018). Buku Saku Pemeriksaan Fisik &
Riwayat Kesehatan (p. 49).
Dinarti, & Muryanti, Y. (2017). Bahan Ajar Keperawatan: Dokumentasi
Keperawatan. 1–172. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wpcontent/uploads/2017/11/Praktika-Dokumen-Keperawatan-Dafis.Pdf
Gobel, M. G. S., Mulyadi, N., & Malara, R. (2016). Hubungan Peran Parawat
Sebagai Care Giver Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Instalasi Gawat Darurat
Di Rsu. Gmibm Monompia Kotamobagu Kabupaten Bolaang Mongondow.
Jurnal Keperawatan, 4(2)
Hasanah, H. (2016). Teknik-Teknik Observasi. 21–46.(Sebuah Alternatif Metode
Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu Sosial).Universitas Islam Negeri Semarang
Jasa, Z. K., Saleh, S. C., & Rahardjo, S. (n.d.). Dan Intraventrikular Yang
Dilakukan Vp-Shunt Emergensi Outcome Of Patients With Intracerebral And
Intraventricular Haemorrhage After An Emergency Vp-Shunt InsertioN.
1(3), 158–162.
Jumriani Ansar1, Indra Dwinata1, A. . (2019). Determinan Kejadian Hipertensi
Pada Pengunjung Posbindu Di Wilayah Kerja Puskesmas Ballaparang Kota
Makassar. Nasional Ilmu Kesehatan, 1, 28–35.
Khairunnisa, A. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi di Ruang Angsoka di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda (Vol. 53).
https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia Health Profile
2018]. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profilkesehatan-indonesia/Data-dan-Informasi_Profil-Kesehatan-Indonesia-
2018.pdf
Kemenkes.RI. (2014). Pusdatin Hipertensi. Infodatin, Hipertensi, 1–7.
https://doi.org/10.1177/109019817400200403
Misbach, J. (2013). Aspek diagnostik, Patofisiolofi, Managemen.Jakarta: Balai
Penerbit FKUI.
Nurariif, A. H. (2015). Aplikasi Asuhan kepeawatan berdasarkan diagnosa medis
& Nanda Jilid 2.
PPNI, Tim Pokja SDKI DPP. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia:
Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.). DPP PPNI.
PPNI, Tim Pokja SIKI DPP. (2018). Standar Intervensi Keperawatan.
Probosari, E. (2017). Faktor Risiko Hipertensi Pada Remaja. JNH (Journal of
Nutrition and Health), 5(1), 18–27. https://doi.org/10.14710/JNH.5.1.2017.18-
27
Saputra, Lyndon. (2014). Buku Saku Keperawatan Kardiovaskular.Tanggerang
Selatan: Binarupa Aksara Publisher.
Sri & Herlina (2016). Hubungan Gangguan Mental Emosional dengan Hipertensi
pada Penduduk Indonesia. 137–144.Jakarta: Media litbangkes
Sudarsono, E. K. R., Sasmita, J. F. A., Handyasto, A. B., Kuswantiningsih, N., &
Arissaputra, S. S. (2017). Peningkatan Pengetahuan Terkait Hipertensi Guna
Perbaikan Tekanan Darah pada Pemuda di Dusun Japanan, Margodadi,
Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
(Indonesian Journal of Community Engagement), 3(1), 26–38.
https://doi.org/10.22146/jpkm.25944
Sufa, S. A., Christantyawati, N., & Jusnita, R. A. E. (2017). Tren Gaya Hidup Sehat
dan Saluran Komunikasi Pelaku Pola Makan Food Combining. Jurnal
Komunikasi Profesional, 1(2), 105–120.
https://doi.org/10.25139/jkp.v1i2.473
Trianto,(2014). Pelayanan Peperawatan Pagi Penderita Hipertensi.Jakarta: Bumi
Aksara.
Wahyudi, Y. (2019). Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan
Diagnosa Medis Hipertensi Di Rsud Bangil Pasuruan. Retrieved from
https://repository.kertacendekia.ac.id/media/296897-asuhan-keperawatanpada-ny-s-dengan-diag-1baf47fe.pdf
Wartonah, T. (2015). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan (5th ed.). Salemba medika
